Rabu, 01 Agustus 2012

menentukan usia kehamilan dan periode Kehamilan


Menentukan usia kehamilan dan periode Kehamilan
1.     HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)
2.     Ditambah 4,5 bulan dari waktu ibu merasakan janin hidup “feeling life” (quickening)
3.     Spiegelberg : mengukur tinggi fundus uteri
4.     Mac Donald : modifikasi Spiegelberg-> TFU (cm): 3,5 = UK (bulan)
5.     Ahlfeld : ukuran kepala bokong = 0,5 panjang anak sebenarnya.
6.     Rumus Johnson – Tausak :
      TBJ = (TFU-12)x155  (blm masuk PAP)
      TBJ = (TFU-11)x155  (sdh masuk PAP)

Singkatan :
PAP = Pintu atas panggul
TBJ = Taksiran berat janin
TFU = Tinggi fundus uteri
UK = Ukuran kehamilan
TP = Taksiran partus


RUMUS
1.                 UK = Tanggal Kunjungan  - HPHT X 4  = minggu
2.                 TP = HPHT + 7-3+1  Atau  +7+9+0
3.                 TBJ = ( TFU – 12) X 155 = Gram
Tabel umur kehamilan berdasarkan Spielberg
TFU (CM)
UK (MGG)
24-25 cm
26,7 cm
29,5-30 cm
29,5-30 cm
31 cm
32 cm
33 cm
37,7 cm
22-28 mgg
28 mgg
30 mgg
32 mgg
34 mgg
36 mgg
38 mgg
40 mgg


PENATALAKSANAAN KEHAMILAN NORMAL


A.    PENATALAKSANAAN KEHAMILAN NORMAL
Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu mak perlu penanganan yang sesuai dengan keadaan perubahan yang terjadi. Ibu hamil harus lebih sering dikunjungi jika terdapat masalah dan ia hendaknya disarankan untuk menemui petugas kesehatan jika ia merasakan tanda-tanda bahaya atau jika ia merasa khawatir untuk mendapatkan semua informasi yang diperlukan sehubungan dengan hal-hal diatas petugas kesehatan akan memberikan asuhan antenatal yang lebih baik dengan tujuan :
1.      Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
2.      Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, social ibu, dan bayi.
3.      Mengenali secara dini ketidaknormalan atau komplikasi yang miungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum kebidanan dan pembedahan.
4.      Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5.      Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
6.      Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tmbuh kembang secara normal.

B.     ASUHAN ANTENATAL STANDAR 7 T
  1. Timbang berat badan.
  2. Ukur tekanan darah.
  3. Ukur Tinggi fundus uteri
  4. Beri Imunisasi TT
  5. Beri Tablet Fe
  6. Test PMS
  7. Temu wicara dalam rangka rujukan

C.    LANGKAH-LANGKAH ASUHAN ANTENATAL
  1. Sapa ibu dan keluarganya dan membuatnya merasa nyaman.
  2. Mendapatkan riwayat kehamilan ibu dengan cara mendengarkan dengan teliti (melakukan anamnese).
  3. Melakukan pemeriksaan fisik yang terdiri dari :
a.       Keadaan umum dan tanda-tanda vital termasuk tinggi badan,berat badan.
b.      Status obstetric berupa inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi.
c.       Melakukan pemeriksaan Leopold I-IV yaitu :
1)      Leopold I 
Kaki penderita dibengkokan pada lutut dan lipat paha, pemeriksa berdiri sebelah kanan penderita dan melihat kearah muka penderita. Rahim dibawa ketengah dan tentukan tinggi fundus uteri serta tentukan bagian apa dari anak yang terdapat di fundus ini untuk menentukan tuanya kehamilan.
2)      Leopold II 
Kedua tangan pindah kesamping menentukan dimana punggung janin. punggung janin terdapat di pihak yang memberikan rintangan yang terbesar, dan carilah bagian-bagian kecil yang biasanya terletak bertentangan dengan fihak yang memberikan rintangan yang terbesar.
3)      Leopold III
Dipergunakan satu tangan saja, bagian bawah ditentukan antara ibu jari dan jari yang lainnya dan cobalah apakah bagian bawah masih dapat digoyangkan.
4)      Leopold IV
Pemeriksa berubah sikapnya ialah melihat kearah kaki si penderita, dengan keduatangan, tentukan apa yang menjadi bagian bawah.Tentukan pula apakah bagian bawah sudah masuk kedalam pintu atas panggul, dan berapa masuknya bagian bawah kedalam rongga panggul.
d.      Pemeriksaan auskultasi ( periksa dengar )
Dilakukan dengan menggunakan stestoscope yang biasa digunakan adalah jenis monokuler untuk memeriksa detak jantung janin.
  1. Melakukan pemeriksaan laborat.
  2. Memberikan konseling tentang :
a.       Gizi : menyarankan penderita untuk mengkomsumsi makanan yang mengandung protein dan zat besi.
b.      Latihan senam hamil
c.       Perubahan fisiologis : perubahan pada payudara, berat badan bertambah,mual pada trimester I ,varises.
d.      Menasehati ibu untuk mencari pertolongan segera jika ia mendapati tanda-tanda : perdarahan pervaginam, sakit kepala lebih dari biasa, gangguan penglihatan, pembengkakan pada wajah, nyeri abdomen (epigastrik) janin tidak bergerak sebanyak biasanya.
e.       Merencanakan dan mempersiapkan kelahiran yang aman dan bersih.
f.       Menjaga kebersihan diri terutama lipatan kulit (ketiak, buah dada, daerah genetalia) dengan cara dibersihkan dan dikeringkan.
g.      Menjelaskan cara merawat payudara terutama pada ibu yang mempunyai putting susu rata atau masuk kedalam dilakukan 2 kali sehari selama 5 menit
h.      Memberikan tablet zat besi 90 tablet mulai minggu ke 20.
i.        Memberikan imunisasi TT 0,5 cc
j.        Menjadwalkan kunjungan berikutnya.
k.      Mendokumenkan kunjungan tersebut.
Penatalaksanaan ibu hamil secara keseluruhan meliputi komponen-komponen sebagai berikut :
  1. Mengupayakan kehamilan yang sehat.
  2. Melakukan deteksi dini komplikasi,melakukan penatalaksanaan awal serta rujukan bila diperlukan.
  3. Persiapan persalinan yang bersih dan aman.
  4.  Perencanaan antisipasi dan persiapan dini melakukan rujukan, jika terjadi komplikasi.
Kebijakan tehnis :
Setiap kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap saat , itu sebabnya mengapa ibu hamil memerlukan pemantauan selama kehamilan.

PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN MANUSIA


Tahap awal perkembangan manusia diawali dengan peristiwa pertemuan/peleburan sel sperma dengan sel ovum yang dikenal dengan peristiwa FERTILISASI. Fertilisasi akan menghasilkan sel individu baru yang disebut dengan zygote dan akan melakukan pembelahan diri/pembelahan sel (cleavage)  menuju pertumbuhan dan perkembangan menjadi embrio.

Tahapan pertumbuhan dan perkembangan embrio dibedakan menjadi 2 tahap yaitu :
  1. Fase Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina.
Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage).
Cell Division       

3 tahapan fase embrionik yaitu :
a.       Morula
Ø  Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat.
Ø  Morulasi yaitu proses terbentuknya morula
                                                   
                       
b.      Blastula
Ø  Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan.
Ø  Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan.
Ø  Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel.
Ø  Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula. 
                           Implantation and HCG
                       
c.       Gastrula
Ø  Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh.
Ø  Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan  tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh  embrionya.
Ø  Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata.
Ø  Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelenterata.
Ø  Gastrulasi yaitu proses pembentukan gastrula.

Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup (hewan dan manusia). Organ yang dibentuk ini berasal dari  masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula.
Contohnya :
a.       Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak  (sistem saraf), integumen (kulit),  rambut dan alat indera.
b.      Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren.
c.       Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo.

Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup.
Contohnya :
a.       Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata.


Pertumbuhan dan perkembangan manusia
Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses  fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan.
HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut.
Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu :
1.      Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk  melindungi embrio dari guncangan.
2.      Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3.      Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai  pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2,  termasuk zat sisa dan CO2.
4.      Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluhdarah yang pertama.
                                               
Tahapan perkembangan pada masa embrio
       ü   Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.
       ü   Bulan kedua    : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago).  Embrio berukuran 4 cm.
       ü   Bulan ketiga    : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.
       ü   Bulan keempat  : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.
       ü   Bulan kelima   : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan  menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).
       ü   Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)
       ü   Bulan ketujuh  : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.
       ü   Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.
       ü   Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.  

  1. Fase Pasca Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup setelah masa embrio,  terutama penyempurnaan alat-alat reproduksi  setelah dilahirkan.
Pada fase ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi biasanya hanya peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh dari makhluk hidup. Kecepatan pertumbuhan dari masing-masing makhluk hidup berbeda-beda satu dengan yang lain. Setelah lahir disebut dengan nama bayi dan memasuki masa neonatal.
Fase ini memiliki beberapa tahap yaitu :
a.       Bayi  dengan  usia 1 – 12 bulan.
bayi 1 bulan                         bayi 9 bulan
                                    Usia 1 bulan                            Usia 9 bulan   

b.      Balita, dibagi lagi menjadi 2 yaitu batita dengan usia 1-3 tahun dan balita 3-5 tahun.
batita    balita             pic2         
                              Batita                                        Balita

c.       Anak-anak dengan usia 6 – 12 tahun
                                               
d.      Remaja dengan usia 13 – 17 tahun
Pertumbuhan dan perkembangan pada masa ini disebut adolesens/akil balig.

                                                                        Siklus menstruasi
           

e.       Dewasa dengan usia 18 – 50 tahun
dewasa
   Dewasa

f.       Manula dengan usia diatas 50 tahun
manula
     Manula
Masing-masing tahapan mempunyai ciri dan karakteristik tersendiri yang merupakan ciri khas yang dapat dijadikan pertanda.

 



TAHAP – TAHAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JANIN SERTA PERUBAHAN MATERNAL


TAHAP – TAHAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JANIN SERTA PERUBAHAN MATERNAL

1.      Minggu 0
a.       Perkembangan janin
Sperma membuahi ovum yang kemudian membagi dan masuk ke dalam uterus menempel sekitar hari ke 11.
2.      Minggu ke empat atau bulan ke satu
a.       Perkembangan janin
Dari diskus embrionik, bagian tubuh pertama muncul yang kemudian akan menjadi tulang belakang, otak dan saraf tulang belakang. Jantung, sirkulasi darah dan saluran pencernaan terbentuk. Embrio kurang dari 0.64 cm.
b.      Perubahan – perubahan maternal
Ibu terlambat menstruasi. Payudara menjadi nyeri dan membesar. Kelelahan yang kronis (menetap) dan sering kencing mulai terjadi dan berlangsung selama 3 bulan berikutnya HCG ada di dalam urine dan serum 9 hari.
3.      Minggu ke delapan atau bulan ke dua
a.       Perkembangan janin
Perkembangan cepat. Jantungnya mulai memompa darah. Anggota badan terbentuk dengan baik. Perut muka dan bagian utama otak dapat dilihat. Telinga terbentuk dari lipatan kulit tulang dan otot yang kecil terbentuk di bawah kulit.
b.      Perubahan – perubahan maternal
Mual muntah atau morning sicknes. Mungkin terjadi sampai usia kehamilan 12 minggu. Uterus berubah dari bentuk pear menjadi globular. Tanda – tanda hegar dan goodell muncul. Serviks fleksi. Leukorrhea meningkat. Ibu mungkin terkejut atau senang dengan kehamilannya. Penambahan berat badan belum terlihat nyata.
4.      Minggu ke dua belas atau bulan ke tiga
a.       Perkambangan janin
Embrio menjadi janin. Denyut jantung dapat terlihat dengan ultrasound. Diperkirakan lebih berbentuk manusia karena tubuh barkembang. Gerakan pertama dimulai selama minggu ke 12. jenis kelamin dapat diketahui. Ginjal memproduksi urine.
b.      Perubahan perubahan maternal
Tanda Chadwick muncul. Uterus naik diatas simpisis pubis. Kontraksi braxton hicks mulai dan mungkin terus berlangsung selama kehamilan. potensial untuk menderita infeksi saluran kencing meningkat dan ada selama kehamilan. Kenaikan berat badan sekitar 1- 2 kg selama trimester pertama. Plasenta sekarang berfungsi penuh dan memproduksi hormon.
5.      Minggu ke enam belas atau bulan ke empat
a.       Perkembangan janin
Sistem muskuloskeletal sudah matang. System syaraf mulai melaksanakan kontrol. Pembuluh darah berkembang dengan cepat. Tangan janin dapat menggenggam. Kaki menendang dengan aktif. Semua organ mulai matang dan tumbuh. Berat janin sekitar 0,2 kg. Denyut jantung janin dapat didengar dengan Doppler. Pancreas memproduksi insulin.
b.      Perubahan-perubahan maternal
Fundus berada di tengah antara simpisis dan pasti berat ibu bertambah 0,4-0,5 kg perminggu selama sisa kehamilan. Mungkin mempunyai lebih banyak energi. Diameter biparietal dapat diukur dengan ultrasound. Sekresi vagina meningkat (tetapi normal jika tidak gatal, iritasi / berbau busuk). Pakaian ibu menjadi ketat. Tekanan pada kandung kemih dan sering kencing berkurang.
6.      Minggu ke dua puluh atau bulan ke lima
a.       Perkembangan janin
Verniks melindungi tubuh. Lanugo menutupi tubuh dan menjaga minyak pada kulit. Alis, bulu mata dan rambut terbentuk. Janin mengembangkan jadwal yang teratur untuk tidur, menelan dan menendang.
b.      Perubahan-perubahan maternal
Fundus mencapai pusat. Payudara memulai sekresi kolostrum. Kantung ketuban menampung 400 ml cairan. Rasa akan pingsan dan pusing mungkin terjadi, terutama jika posisi berubah secara mendadak. Verises pembuluh darah mungkin mulai terjadi. Ibu merasakan gerakan janin. Areola bertambah gelap. Hidung tersumbat mungkin terjadi. Kram pada kaki mungkin ada. Konstipasi mungkin dialami.
7.      Minggu ke dua empat atau bulan ke enam
a.       Perkembangan janin
Kerangka berkembang dengan cepat karena sel pembentukan tulang meningkatkan aktifitasnya. Perkembangan pernafasan dimulai. Berat janin 0,7-0,8 kg.
b.      Perubahan-perubahan maternal
Fundus diatas pusat. Sakit punggung dan kram pada kaki mungkin mulai terjadi. Perubahan kulit bisa berupa striae gravidarium, chloasma, linea nigra, dan jerawat. Mimisan dapat terjadi. Mungkin mengalami gatal-gatal pada abdomen karena uterus membesar dan kulit meregang.
8.      Minggu ke dua delapan atau bulan ketujuh   
a.       Perkembangan janin
Janin dapat bernafas, menelan dan mengatur suhu. “Surfactant” terbentuk di  dalam paru – paru. Mata mulai membuka dan menutup. Ukuran janin 2/3 ukuran pada saat lahir.
b.      Perubahan – perubahan maternal
Fundus berada di pertengahan antara pusat dan xiphoid. Hemorrhoid mungkin terjadi. Pernafasan dada menggantikan pernafasan perut. Garis bentuk janin dapat dipalpasi. Mungkin lelah menjalani kehamilan dan ingin sekali menjadi ibu. Rasa panas dalam perut mungkin mulai terasa.
9.      Minggu ke tiga puluh dua atau bulan ke delapan
a.       Perkembangan janin
Simpanan lemak coklat berkembang di bawah kulit untuk persiapan pemisahan bayi setelah lahir. Bayi sudah tumbuh 38 – 43 cm. Mulai menyimpan zat besi, kalsium, dan fosfor.
b.      Perubahan – perubahan maternal
Fundus mencapai prosesus xiphoid. Payudara penuh dan nyeri tekan. Sering kencing mungkin kembali terjadi. Kaki bengkak dan sulit tidur mungkin terjadi. Mungkin juga mengalami dyspnea.
10.  Minggu ke tiga puluh delapan atau ke sembilan
a.       Perkembangan janin
Seluruh uterus terisi oleh bayi sehingga ia tidak bisa bergerak atau berputar banyak. Antibody ibu ditransfer ke bayi. Hal ini akan memberikan kekebalan untuk enam bulan pertama sampai system kekebalan bayi bekerja sendiri.
b.      Perubahan – perubahan maternal
Penurunan bayi ke dalam pelvic atau panggul ibu (lightening). Plasenta setebal hampir empat kali waktu usia kehamilan 18 minggu dan beratnya 0,5 – 0,6. ibu ingin sekali melahirkan bayi, mungkin memiliki energi final yang meluap. Sakit punggung dan sering kencing meningkat. Braxton hicks meningkat karena serviks dan segman bawah rahim disiapkan untuk persalinan. (PusDikNaKes,2003 : 12-13)




PERUBAHAN ANATOMI DAN FISIOLOGI PADA IBU HAMIL


Perubahan yang terjadi pada ibu hamil antara lain
1.      Uterus
a.       Ukuran
Untuk akomodasi pertumbuhan janin, rahim membesar akibat hipertrofi dan   hiperplasi otot polos rahim, serabut – serabut kolagennya menjadi higroskopik endometrium menjadi desidua ukuran pada kehamilan cukup bulan 30 x 25 x 20 cm dengan kapitasi lebih dari 4000 cc.
b.      Berat
Berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40 pekan).
c.       Bentuk dan Konsistensi
Pada bulan – bulan pertama kehamilan bentuk rahim seperti buah alpokat. Pada kehamilan empat bulan berbentuk bulat dan akhir kehamilan bujur   telur. Rahim yang kira – kira sebesar telur ayam, pada kehamilan dua bulan sebesar telur bebek dan kehamilan tiga bulan sebesar telur angsa. Pada minggu pertama, isthmus rahim mengadakan hipertrofi dan bertambah panjang sehingga bila diraba terasa lebih panjang sehingga bila diraba terasa lebih lunak (soft) disebut tanda hegar. Pada kehamilan lima bulan, rahim teraba seperti berisi cairan ketuban, dinding rahim terasa tipis, karena itu bagian – bagian janin dapat diraba melalui dinding perut dan dinding rahim.
d.      Posisi Rahim
1)      Pada permulaan kehamilan, dalam letak anteflexi atau retroflexi.
2)      Pada 4 bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis.
3)      Setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati.
4)      Rahim yang hamil biasanya mobilitasnya, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri. (Rustam Mochtar, 1998 : 36)

e.       Vaskularisasi
Aa.uterin dan aa. Ovarika bertambah dalam diameter panjang dan anak – anak   cabangnya. Pembuluh darah balik (vena) mengembang dan bertambah. ( Rustam Mochtar, 1998 : 36)
f.       Gambaran besarnya rahim dan tuanya kehamilan
1)      Pada kehamilan 16 minggu, kavum uteri seluruhnya diisi oleh amnion dimana desidua kapsularis dan desidua vera (parietalis) telah menjadi satu. Tinggi fundus uteri terletak antara pertengahan simphisis dan pusat. Plasenta telah terbentuk seluruhnya.
2)      Pada kehamilan 20 minggu, tinggi fundus uteri terletak 2 – 3 jari di bawah pusat.
3)      Pada kehamilan 24 minggu, tinggi fundus uteri terlatak setinggi pusat.
4)      Pada kehamilan 28 minggu, tinggi fundus uteri terletak 2 – 3 jari di atas pusat. Menurut Spiegelberg dengan mengukur tinggi fundus uteri dari simpisis adalah 26,7 cm diatas simpisis.
5)      Pada kehamilan 36 minggu, tinggi fundus uteri terletak 3 jari di bawah processus xiphoideus.
6)      Pada kehamilan 40 minggu, tinggi fundus uteri terletak sama dengan 8 bulan tapi melebar ke samping yaitu terletak diantara pertengahan pusat dan processus xiphoideus. ( Rustam Mochtar, 1998 : 52)
2.      Serviks uteri
Serviks bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak (soft) disebut tanda goodell. Kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mucus, karena pertambahan dan pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi livide disebut tanda Chadwick. ( Rustam Mochtar, 1998 : 35)
3.      Ovarium (indung telur)
Ovulasi terhenti. Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesterone (kira – kira pada kehamilan  16 minggu dan korpus luteum graviditas berdiameter kurang lebih 3 cm). Kadar relaxin di sirkulasi maternal dapat ditentukan dan meningkat dalam trimester pertama. Relaxin mempunyai pengaruh menenangkan hingga pertumbuhan janin menjadi baik hingga aterm. (Rustam Mochtar, 1998 : 35)
4.      Vagina dan vulva
Vagina dan vulva terjadi perubahan karena pengaruh estrogen. Akibat   hipervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livid pada vagina atau portio serviks disebut tanda Chadwick. (Rustam Mochtar, 1998 : 35)
5.      Dinding Perut (Abdominal Well)
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastik di bawah kulit sehingga timbul striae gravidarum. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut linea nigra. ( Rustam Mochtar, 1998 : 36)
6.      Mammae
Selama kahamilan payudara bertambah besar, tegang, berat. Dapat teraba noduli – noduli, akibat hipertrofi kelenjar alveoli, bayangan vena – vena lebih membiru. Hiperpigmentasi pada puting susu dan areola payudara. Kalau diperas keluar air susu jolong (kolostrum) berwarna kuning. ( Rustam Mochtar, 1998 : 40)
Perkembangan payudara ini karena pengaruh hormon saat kehamilan yaitu estrogen, progesterone dan somatomamotropin.
a)      Fungsi hormon yang mempersiapkan payudara untuk pemberian ASI, antara lain:
(1)         Estrogen, berfungsi :
(a)          Menimbulkan hipertrofi system saluran payudara.
(b)         Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak makin besar.
(c)          Tekanan serat syaraf akibat penimbunan lemak, air dan garam menyebabkan rasa sakit pada payudara.
(2)         Progesteron, berfungsi :
(a)          Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi.
(b)         Menambah sel asinus.
(3)         Somatomamotropin, berfungsi :
(a)          Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktalbumin dan  laktoglobulin.
(b)         Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara.        ( Hanifa Wiknjosastro, 2002 : 95 )
b)      Perubahan payudara pada ibu hamil
(1)         Payudara menjadi lebih besar
(2)         Areola payudara makin hitam karena hiperpigmentasi.
(3)         Glandula Montgomery makin tampak menonjol dipermukaan  areola  mamae.
(4)         Pada kehamilan 12 minggu keatas dari puting susu keluar cairan putih jernih (kolostrum) yang berasal dari kelenjar asinus yang mulai bereaksi.
(5)          Pengeluaran ASI belum berjalan oleh karena prolaktin ini ditekan oleh PIH (Prolaktine Inhibiting Hormone).
(6)         Setelah persalinan , dengan dilahirkannya plasenta pengaruh estrogen, progesterone dan somotomammotropin terhadap hipotalamus hilang sehingga prolaktin dapat dikeluarkan dan laktasi terjadi. ( Hanifa Wiknjosastro, 2002 : 95 )
7.      Sirkulasi darah
a)      Volume darah
Volume dan darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama. Volume darah akan bertambah banyak, kira – kira 25 % dengan puncaknya pada kehamilan 32 minggu, diikuti curah jantung (cardiac output) yang meningkat sebanyak kurang lebih 30%. Akibat hemodilusi yang mulai jelas kelihatan pada kehamilan 4 bulan, ibu  yang menderita penyakit jantung dapat jatuh dalam keadaan dekompensasio kordis. Kenaikan plasma darah dapat mencapai 40% saat mendekati cukup bulan. ( Rustam Mochtar, 1998 : 37 )
b)      Nadi dan tekanan darah
Tekanan darah arteri cenderung menurun terutama selama  trimester kedua dan naik lagi seperti pada prahamil. Tekanan vena dalam batas – batas normal. Pada ekstremitas atas dan bawah cenderung naik setelah akhir trimester pertama. Nadi biasanya naik, nilai rata – ratanya 84 kali permenit. ( Rustam Mochtar, 1998 :38 )
c)      Jantung
Pompa jantung mulai naik kira – kira 30%. Setelah kehamilan 3 bulan dan menurun lagi pada minggu – minggu terakhir kehamilan.     ( Rustam Mochtar, 1998 : 38 )
8.      Sistem respirasi
Wanita hamil sering mengeluh sesak dan pendek napas. Hal ini disebabkan oleh usus       yang tertekan ke arah diafragma akibat pembesaran rahim. Kapasitas vital paru meningkat sedikit selama hamil. Seorang wanita hamil selalu bernafas dada (thoracic breathing). ( Rustam Mochtar, 1998 : 38)
9.      Saluran pencernaan
Pada bulan – bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nausea). Mungkin ini  akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot – otot traktus digestivus menurun sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga berkurang. Makanan lebih lama berada di dalam lambung dan apa yang telah dicernakan lebih lama berada dalam usus – usus. Hal ini mungkin baik untuk resorpsi akan tetapi menimbulkan pola obstipasi yang memang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. Tidak jarang dijumpai pada bulan – bulan pertama kehamilan gejala muntah (emesis). Biasanya terjadi pada pagi hari, dikenal sebagai morning sickness. Emesis, bila terlampau sering dan terlalu banyak dikeluarkan disebut hiperemesis gravidarum, keadaan ini patologik. Salivasi ini adalah pengeluaran air liur berlebihan daripada biasa. Bila terlampau banyak, inipun menjadi patologik. (Hanifa Wiknjosastro, 2002 : 97 )
10.  Traktus urinarius
Pada bulan – bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan, bila kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali. Dalam kehamilan ureter kanan dan kiri membesar karena pengaruh progesterone. Akan tetapi ureter kanan lebih membesar daripada ureter kiri karena mengalami lebih banyak tekanan dibandingkan dengan ureter kiri. Hal ini disebabkan olehkarena uterus lebih sering memutar ke arah kanan. Mungkin karena orang bergerak lebih sering memakai tangan kanannya atau disebabkan oleh letak kolon dan sigmoid yang berada di belakang kiri uterus. Akibat tekanan pada ureter kanan tersebut lebih sering dijumpai hidroureter dekstra dan pielitis dekstra. Disamping sering kencing tersebut diatas terdapat pula poliuri. Poliuri disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan sehingga filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69 %. Reabsorbsi di tubulus tidak berubah sehingga lebih banyak dapat dikeluarkan urea, asam folik dalam kehamilan.             ( Hanifa Wiknjosastro, 2002 : 97)
11.  Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat – alat tertentu. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh Melanophore Stimulating Hormone (MSH) yang meningkat. MSH ini adalah salah satu hormon yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. Kadang – kadang terdapat deposit pigmen pada dahi, pipi, dan hidung dikenal sebagai cloasma gravidarum. Di daerah leher sering terdapat hiperpigmentasi yang sama juga di areola mamae. Linea alba pada kehamilan menjadi hitam dikenal sebagai linea grisea. Tidak jarang dijumpai kulit perut seolah – olah retak – retak, warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru – biruan disebut striae livide. Setelah partus striae livide ini berubah warnanya menjadi putih dan disebut striae albikantes. Pada seorang multigravida sering tampak striae livide bersama striae albikantes. ( Hanifa Wiknjosastro, 2002 : 97 – 98 )
12.  Sistem Endokrin
Beberapa kelenjar endokrin terjadi perubahan seperti :
a)      Kelenjar tiroid : dapat membesar sedikit
b)      Kelenjar hipofise : dapat membesar terutama lobus anterior
c)      Kelenjar adrenal : tidak begitu terpengaruh
13.  Metabolisme
Umumnya kehamilan mempunyai efek pada metabolisme, karena itu wanita hamil perlu mendapat makanan yang bergizi dan dalam kondisi sehat.
a)      Tingkat metabolic basal(basal metabolic rate,BMR) pada wanita hamil meninggi hingga 15-20%, terutama pada trimester akhir.
b)      Keseimbangan asam –alkali (acic base balance) sedikit mengalami perubahan  konsentrasi alkali:
(1)         Wanita tidak hamil :155 mEg/liter
(2)         Wanita hamil : 145 mEg/liter
(3)         Natrium serum : turun dari 142 menjadi 135 mEg/liter
(4)         Bikarbonat plasma : turun dari 25 menjadi 22 mEg/ liter
c)      Dibutuhkan protein yang banyak untuk perkembangan fetus,alat kandungan,   payudara, dan badan ibu, serta untuk persiapan laktasi.
d)     Hidrat arang: seorang wanita hamil sering merasa haus, nafsu makan kuat, sering  kencing, dan kadang kala dijumpai glukosuria yang mengingatkan kita pada diabetes melitus. Dalam keadaaan hamil, pengaruh kelenjar endokrin agak terasa, seperti somatomamotropin, plasma insulin dan hormon-hormon adrenal 17-ketosteroid. Untuk rekomendasi, harus diperhatikan sungguh-sungguh hasil GTT oral dan GTT intravena.
e)      Metabolisme lemak juga terjadi. Kadar kolesterol meningkat sampai 350 mg atau lebih per 100 cc. Hormon somatomamotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak pada payudara. Deposit lemak lainya terdapat di badan, perut, paha dan lengan.
f)       Metabolisme mineral
(1)         Kalsium dibutuhkan rata – rata 1,5 gram sehari sedangkan untuk pembentukan      tulang terutama dalam trimester terakhir dibutuhkan 30 – 40 gram.
(2)         Fosfor : dibutuhkan rata-rata 2 g/hari.
(3)         Zat besi : dibutuhkan tambahan zat besi kurang lebih 800 mg, atau 30-50 mg    sehari.
(4)         Air : Wanita hamil cenderung mengalami retensi air.
g)      Berat badan wanita hamil akan naik sekitar 6,5-16,5 kg. Kenaikan berat badan yang terlalu banyak ditemukan pada keracunan hamil pre-eklamasi dan eklamsi) kenaikan berat badan wanita hamil disebabkan oleh :
(1)         Janin , uri, air ketuban, uterus.
(2)         Payudara,kenaikan volume darah,lemak, protein,dan retensi air.
h)      Kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan laktasi. Kalori yang dibutuhkan untuk ini terutama diperoleh dari pembakaran zat arang,khususnya sesudah kehamilan 5 bulan keatas. Namun bila dibutuhkan, dipakai lemak ibu untuk mendapatkan tambahan kalori.
i)        Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak protein. Di Indonesia masih banyak dijumpai penderita defisiensi zat besi dan vitamin B, oleh karena itu wanita hamil harus diberikan Fe dan roboransia yang berisi mineral dan vitamin. ( Rustam Muchtar, 1998 : 39-40 )
14.  Sistem Muskuloskeletal
Pengaruh dari peningkatan estrogen, progesterone dan elastin dalam kehamilan menyebabkan kelemahan jaringan ikat dan ketidakseimbangan persendian.
Akibat dari perubahan fisik selama kehamilan adalah :
a)      Peregangan otot - otot
b)      Pelunakan ligamen - ligamen
Area yang paling dipengaruhi oleh perubahan – perubahan tersebut adalah :
a)      Tulang belakang (curva lumbar yang berlebihan)
b)      Otot – otot abdomal (meregang ke atas uterus hamil)
c)      Otot dasar panggul (menahan berat badan dan tekanan uterus)
Bagi ibu hamil, bagian ini merupakan titik-titik kelemahan struktural dan bagian   bermasalah yang potensial dikarenakan beban dan menekan kehamilan . Oleh karena itu masalah postur merupakan hal biasa dalam kehamilan :
a)      Bertambahnya beban dan perubahan struktur dalam kehamilan merubah dimensi  tubuh dan pusat gravitasi.
b)      Ibu hamil mempunyai kecenderungan besar membentur benda-benda   ( dan memar biru ) dan kehilangan keseimbangan ( lalu jatuh ).             ( PusDikNaKes, 2003 :100 )

By :
Free Blog Templates