Rabu, 01 Agustus 2012

PENATALAKSANAAN KEHAMILAN NORMAL


A.    PENATALAKSANAAN KEHAMILAN NORMAL
Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu mak perlu penanganan yang sesuai dengan keadaan perubahan yang terjadi. Ibu hamil harus lebih sering dikunjungi jika terdapat masalah dan ia hendaknya disarankan untuk menemui petugas kesehatan jika ia merasakan tanda-tanda bahaya atau jika ia merasa khawatir untuk mendapatkan semua informasi yang diperlukan sehubungan dengan hal-hal diatas petugas kesehatan akan memberikan asuhan antenatal yang lebih baik dengan tujuan :
1.      Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
2.      Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, social ibu, dan bayi.
3.      Mengenali secara dini ketidaknormalan atau komplikasi yang miungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum kebidanan dan pembedahan.
4.      Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5.      Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
6.      Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tmbuh kembang secara normal.

B.     ASUHAN ANTENATAL STANDAR 7 T
  1. Timbang berat badan.
  2. Ukur tekanan darah.
  3. Ukur Tinggi fundus uteri
  4. Beri Imunisasi TT
  5. Beri Tablet Fe
  6. Test PMS
  7. Temu wicara dalam rangka rujukan

C.    LANGKAH-LANGKAH ASUHAN ANTENATAL
  1. Sapa ibu dan keluarganya dan membuatnya merasa nyaman.
  2. Mendapatkan riwayat kehamilan ibu dengan cara mendengarkan dengan teliti (melakukan anamnese).
  3. Melakukan pemeriksaan fisik yang terdiri dari :
a.       Keadaan umum dan tanda-tanda vital termasuk tinggi badan,berat badan.
b.      Status obstetric berupa inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi.
c.       Melakukan pemeriksaan Leopold I-IV yaitu :
1)      Leopold I 
Kaki penderita dibengkokan pada lutut dan lipat paha, pemeriksa berdiri sebelah kanan penderita dan melihat kearah muka penderita. Rahim dibawa ketengah dan tentukan tinggi fundus uteri serta tentukan bagian apa dari anak yang terdapat di fundus ini untuk menentukan tuanya kehamilan.
2)      Leopold II 
Kedua tangan pindah kesamping menentukan dimana punggung janin. punggung janin terdapat di pihak yang memberikan rintangan yang terbesar, dan carilah bagian-bagian kecil yang biasanya terletak bertentangan dengan fihak yang memberikan rintangan yang terbesar.
3)      Leopold III
Dipergunakan satu tangan saja, bagian bawah ditentukan antara ibu jari dan jari yang lainnya dan cobalah apakah bagian bawah masih dapat digoyangkan.
4)      Leopold IV
Pemeriksa berubah sikapnya ialah melihat kearah kaki si penderita, dengan keduatangan, tentukan apa yang menjadi bagian bawah.Tentukan pula apakah bagian bawah sudah masuk kedalam pintu atas panggul, dan berapa masuknya bagian bawah kedalam rongga panggul.
d.      Pemeriksaan auskultasi ( periksa dengar )
Dilakukan dengan menggunakan stestoscope yang biasa digunakan adalah jenis monokuler untuk memeriksa detak jantung janin.
  1. Melakukan pemeriksaan laborat.
  2. Memberikan konseling tentang :
a.       Gizi : menyarankan penderita untuk mengkomsumsi makanan yang mengandung protein dan zat besi.
b.      Latihan senam hamil
c.       Perubahan fisiologis : perubahan pada payudara, berat badan bertambah,mual pada trimester I ,varises.
d.      Menasehati ibu untuk mencari pertolongan segera jika ia mendapati tanda-tanda : perdarahan pervaginam, sakit kepala lebih dari biasa, gangguan penglihatan, pembengkakan pada wajah, nyeri abdomen (epigastrik) janin tidak bergerak sebanyak biasanya.
e.       Merencanakan dan mempersiapkan kelahiran yang aman dan bersih.
f.       Menjaga kebersihan diri terutama lipatan kulit (ketiak, buah dada, daerah genetalia) dengan cara dibersihkan dan dikeringkan.
g.      Menjelaskan cara merawat payudara terutama pada ibu yang mempunyai putting susu rata atau masuk kedalam dilakukan 2 kali sehari selama 5 menit
h.      Memberikan tablet zat besi 90 tablet mulai minggu ke 20.
i.        Memberikan imunisasi TT 0,5 cc
j.        Menjadwalkan kunjungan berikutnya.
k.      Mendokumenkan kunjungan tersebut.
Penatalaksanaan ibu hamil secara keseluruhan meliputi komponen-komponen sebagai berikut :
  1. Mengupayakan kehamilan yang sehat.
  2. Melakukan deteksi dini komplikasi,melakukan penatalaksanaan awal serta rujukan bila diperlukan.
  3. Persiapan persalinan yang bersih dan aman.
  4.  Perencanaan antisipasi dan persiapan dini melakukan rujukan, jika terjadi komplikasi.
Kebijakan tehnis :
Setiap kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap saat , itu sebabnya mengapa ibu hamil memerlukan pemantauan selama kehamilan.

0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates